Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Upaya Peningkatan Produksi Pengrajin Bedak Dingin di Kelurahan Pesayangan Kab.Banjar

  • Fadlilaturrahmah Universitas Lambung Mangkurat
  • Hidayaturrahmah Universitas Lambung Mangkurat

Abstract

“Pupur dingin” atau bedak dingin merupakan kosmetika tradisional yang berbasis kearifan lokal  Kalimantan Selatan yang telah digunakan oleh wanita Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Selain digunakan sebagai perawatan kulit (skin care) dari sengatan matahari juga banyak diminati sebagai oleh-oleh khas Banjar Kalimantan Selatan. Pengrajin bedak dingin  di kelurahan Pasayangan Kabupaten Banjar, masih bertahan untuk dapat memproduksi juga disebabkan karena ingin mempertahankan tradisi warisan dari orang terdahulu. Melihat potensi dari bedak dingin yang tidak hanya diminati masyarakat lokal tetapi juga diminati oleh masyarakat dari luar daerah berpotensi untuk dapat dikembangkan. Namun produksi bedak dingin apabila musim hujan tidak bisa dilakukan karena proses pengering sangat tergantung dengan sinar matahari. Oleh karena itu penerapan teknologi tepat guna (TTG) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah produksi dari bedak dingin. Tujuan dari kegiatan penerapan TTG ini adalah untuk meningkatkan produktifitas  mitra pengrajin bedak dingin di Desa Pasayangan, Kec. Martapura, Kab.Banjar melalui penerapan  TTG berupa mesin pengering. Metode pelaksanaan program dimulai dari survey ke lokasi, sosialisasi  program, dan pelatihan cara penggunaan mesin. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat adalah mitra mampu menggunakan mesin pengering. Dengan penerapan teknologi tepat guna untuk pengrajin bedak dingin mampu meningkatkan produksi bedak dingin dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan.

Kata Kunci: Kosmetik Tradisional, Pengrajin, TTG

Published
2019-12-25
How to Cite
Fadlilaturrahmah, & Hidayaturrahmah. (2019). Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Upaya Peningkatan Produksi Pengrajin Bedak Dingin di Kelurahan Pesayangan Kab.Banjar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, 4(2), 1-6. https://doi.org/10.34128/mediteg.v4i2.49