Pendampingan Pengawasan Optimasi Lahan Rawa Pada Konstruksi Pintu Air 6m di Desa Tabat Kabupaten Hulu Sungai Tengah
DOI:
https://doi.org/10.34128/mediteg.v10i2.372Keywords:
Optimalisasi, Pengabdian, Pertanian, Pengawasan, Pintu AirAbstract
Lahan rawa memiliki potensi produktivitas tinggi namun masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan yang kurang tepat. Program Upaya Khusus Optimasi Lahan Rawa yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas tanaman melalui pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur tata lahan dan tata air. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung kesejahteraan petani. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pelaksanaan program menghadapi kendala kurangnya sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik sipil, sehingga diperlukan pendampingan teknis guna memastikan pekerjaan sesuai rencana dan spesifikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menjadi solusi strategis untuk memberikan dukungan pengawasan teknis selama pembangunan, menjamin kualitas konstruksi, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan serta pemeliharaan infrastruktur. Dengan demikian, PKM ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap optimalisasi lahan rawa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Pada hasil perhitungan pada pintu air jika dibandingkan dengan perencanaan terdapat sedikit perbedaan pada panjang bangunan sehingga tidak bisa dipersentasekan kurang dari 100% yaitu 95,46% pada pintu air 1 dan 93,87% pada pintu air 2.
References
Ansori, A., Anton, A., & Syahroni. (2014). Kajian efektivitas dan efisiensi jaringan irigasi terhadap kebutuhan air pada tanaman padi (Studi kasus irigasi Kaiti Samo Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu). Universitas Pasir Pengaraian.
Asrul, M., Hanafi, A., & Ratna, M. (2019). Analisis pintu air untuk meningkatkan kinerja irigasi pada daerah irigasi Kampili Kabupaten Gowa (Vol. 3). Universitas Muslim Indonesia.
Direktorat Jenderal Pengairan. (2010). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan saluran irigasi (KP-03). Departemen Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Pengairan. (2013). Standar perencanaan irigasi (KP-01). Departemen Pekerjaan Umum.
Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2015). Pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 12/PRT/M/2015). Kementerian Pekerjaan Umum.
Mardijuwono, A. W., & Subianto, C. (2018). Independence, professionalism, professional skepticism: The relation toward the resulted audit quality. Asian Journal of Accounting Research, 3(1), 61–71.
Pemeriksa. (2021). Pemeriksaan investigasi pekerjaan konstruksi. Warta Pemeriksa, 4(6).
Wijaya, P., Leman, S., Proboyo, B., & Santoso, I. (2015). Keterkaitan kuantitas pekerjaan dengan durasi dan tenaga kerja pada proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 4(1), 1–7.
Widiartha, I. G., Lestari, A. A., Proboyo, B., & Santoso, I. (2014). Hubungan antara kuantitas pekerjaan dengan durasi pada pekerjaan proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 3(2), 1–6.
Wairooy, B., & Hakim, E. A. (2021). Risiko pelaksanaan manajemen konstruksi pembangunan gedung negara pada tahap pelaksanaan fisik/konstruksi. Program Studi Persatuan Insinyur Indonesia, 1(1), 15–24.
Yusril, Y. (2017). Pedoman pelaksanaan pemeriksaan barang dan jasa konstruksi berdasarkan keteknikan, kesehatan dan keselamatan kerja, perlindungan sosial tenaga kerja, tata lingkungan dan manfaat bagi masyarakat. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 12–25.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jihan Alya Nabillah, Muhammad Chairi Munanjar, Tekad Tekad, Widiya Astuti Alam Sur, Norminawati Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












