Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Organik Berbasis Feses Kambing dan Tandan Kosong Sawit

Authors

  • Jesi Yardani Politeknik Negeri Tanah Laut
  • Bunga Putri Febrina
  • Fajri Maulana
  • Fadhli Fajri
  • satri yusasra agasi
  • Almira Ulimaz

DOI:

https://doi.org/10.34128/mediteg.v10i2.379

Keywords:

pupuk kandang kambing, kompos organik, pengabdian masyarakat, tandan kosong kelapa sawit

Abstract

Pemanfaatan feses kambing dan tandan kosong sawit (TKKS) sebagai bahan kompos berpotensi meningkatkan ketersediaan pupuk organik, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya keterampilan teknis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani Desa Karang Jawa melalui pelatihan pembuatan kompos organik berbasis feses kambing dan TKKS. Kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi proses fermentasi menggunakan bioaktivator, serta pendampingan aplikasi kompos di lahan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan, di mana peserta dengan kategori nilai tinggi meningkat dari 12% sebelum pelatihan menjadi 60% setelah pelatihan. Peserta juga mampu menghasilkan kompos dengan warna, tekstur, bau, dan pH yang sesuai standar kompos matang. Program ini menghasilkan kompos yang siap digunakan untuk budidaya tanaman dan mendorong keberlanjutan melalui inisiatif peserta untuk melanjutkan produksi kompos secara mandiri.

References

Andriani, R., Putra, M., & Sembiring, A. (2020). Pemanfaatan kotoran kambing dan serbuk gergaji sebagai bahan baku kompos untuk meningkatkan pertumbuhan sayuran daun. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(2), 87–95.

Arifin, B., Lestari, S., & Widiyanto, A. (2021). Pemberdayaan petani melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam pengelolaan sumber daya lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 12–20.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik harga dan distribusi pupuk nasional. Jakarta: BPS Indonesia.

Hidayat, R., & Suryani, T. (2021). Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit untuk kompos sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Jurnal Lingkungan Tropis, 5(4), 201–210.

Lestari, M., Hardiansyah, A., & Nurhasanah, S. (2022). Implementasi teknologi bioaktivator dalam pembuatan kompos untuk mendukung pertanian berkelanjutan pada kelompok tani. Mediteg: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 45–52.

Rahman, A., Syahrani, D., & Fitriani, R. (2021). Pelatihan pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos sebagai upaya peningkatan kemandirian pupuk pada masyarakat desa. Mediteg: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 115–122.

Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., & Saraswati, R. (2020). Pupuk organik dan pupuk hayati. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Siregar, P. S., Hutapea, D., & Simbolon, M. (2021). Penggunaan TKKS dan POME sebagai bahan kompos kaya kalium untuk tanaman perkebunan. Jurnal Agroindustri, 13(3), 122–129.

Sugiarto, H., Wati, N., & Rahmadani, E. (2023). Penguatan kapasitas petani melalui pelatihan pengomposan berbasis limbah peternakan di wilayah perdesaan. Mediteg: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 89–96.

Sutanto, R. (2019). Dasar-dasar pengomposan dan pengelolaan bahan organik. Yogyakarta: Andi Offset.

Suryana, A., Widodo, N., & Hartono, B. (2021). Dampak penggunaan pupuk kimia jangka panjang terhadap kesehatan tanah di lahan budidaya intensif. Jurnal Ilmu Tanah Indonesia, 9(1), 33–41.

Wahyuni, S., Yuliana, M., & Pramudita, H. (2022). Pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan untuk meningkatkan keterampilan petani di Desa Suka Damai. Jurnal Pengabdian Berkelanjutan, 5(2), 55–63.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Jesi Yardani, Febrina, B. P., Maulana, F., Fajri, F., agasi, satri yusasra, & Ulimaz, A. (2025). Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Organik Berbasis Feses Kambing dan Tandan Kosong Sawit. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG), 10(2), 42–52. https://doi.org/10.34128/mediteg.v10i2.379